and the story goes on..

this is about my life and what i'm thinking about..

Jumat, 23 April 2010

test psikologi situasi (dari Facebook)

Dear Cut Febri Aldila, berikut ini adalah hasil Test psikologi situasi kamu:

* kamu orang yang suka menyimpan segalanya untuk diri sendiri

* kamu agak pemilih soal teman dan hanya berteman dengan mereka yang selevel dengan kamu

* apa yang kamu inginkan dalam hidupmu cuma setengah terpenuhi

* kamu lemah dalam hidup ini dan cenderung rapuh

* kamu memiliki gairah seks tinggi!!! Tidak bisa hidup tanpa seks.

* kamu punya sedikit teman baik dalam hidupmu

* hubungan terakhir kamu baik dan masih hangat dalam memorimu

* ketika pasanganmu di dekat kamu, kamu akan melirik yang lain

* ketika pasangan kamu tidak ada, kamu masih akan melirik yang lain

* ego kamu tinggi

* kepribadianmu rendah hati

* ikatan dengan tidak teman-temanmu tidak begitu kuat/sedang-sedang aja

* kamu hanya setengah suka/cinta pasanganmu

* pasanganmu type rumahan dan orang yang sederhana

* kamu akan mencari pasanganmu kapanpun kamu ketemu masalah.

Senin, 19 April 2010

Mengapa?

Mengapa dia begitu jauh dari ku?
Mengapa aku mencarinya?

Mengapa dia begitu ku gilai?
Mengapa aku cemburu?

Mengapa dia begitu ku rindui?
Mengapa aku ingin memeluknya?

Mengaku tak mencinta tapi mengapa begitu banyak tanya di hati ini??

Selasa, 13 April 2010

Perubahan

Jam menunjukkan pukul 10.30pm saat sebuah sms dari seorang teman bernama Putri masuk ke ponsel ku. Ga biasanya dia sms aku jam segini, ku baca.. Ternyata isinya tentang seorang sahabat kami yang dirasa udah ga kayak sahabat yang dulu kami kenal.

Sebelumnya, sore tadi kami berempat sepakat untuk ketemuan di sebuah cafe. *Sebenarnya seh mau ngumpul berlima, cuma karena yang satu ini ada keperluan mendadak jd ga bisa ikutan* Kebetulan, seorang sahabat ini datangnya telat karena diantara kami berempat cuma dia yang berstatus "wanita karier" jd mesti nunggu jam pulang kantor dulu. Yang menjadi perhatian Putri adalah ketika sahabat kami ini tidak mendapatkan kursi untuk bergabung di meja kami, lalu dia berdiri sambil memperhatikan kursi2 yang "nganggur" buat diambilnya. Sebenarnya ada byk kursi yg "nganggur" tp karena tampilan kursi tu ga menarik dy emoh ngedudukin tu kursi. Yeaaah.. Ga lama dia emang mendapatkan kursi yg dirasa sesuai dg "kelas"nya.

Buat aku aneh, mestinya ga ad masalah mau duduk dikursi mana, slama layak untuk diduduki. Tapi itu masalah pilihan aj buat aku.. Ntah aku yang masa bodo, atau putri yang terlalu sensitif..

Jumat, 09 April 2010

satu bait

kirimkan aku puisi cintamu
buai aku lewat kata kata indah mu

aku rindu digombali.

Minggu, 04 April 2010

Jatuh cinta dan patah hati

Ga terasa, udah setahun lebih aku menjalani hubungan dengannya. Sejauh ini, inilah hubungan yang paling lama yang pernah aku jalani. Selama ini aku hanya mampu bertahan selama kurang dari satu tahun, lalu dekat dengan pria lain dan dalam hitungan beberapa bulan, aku menjadi kekasihnya.

Aku menyukai sensasi yang aku rasakan saat seseorang memberikan sinyal sinyal cinta padaku. Terlebih jika ia adalah orang yang aku juga sukai. Tapi aku bukan seorang player. Bagiku, satu pria untuk satu masa. Bukan hanya menyukai rasa dicintai, aku juga menyukai sensasi saat hatiku terluka karena patah hati. Mencintai pria yang tak mencintaiku. Merasa tak dipedulikan, dan sebagainya. Aku bisa menangis karena putus cinta tapi aku menikmatinya, karena aku menyadari, disaat saat seperti inilah aku bisa menulis perasaan terdalam ku di diary, sesuatu yang udah jarang ku lakukan.

Aku lupa bagaimana rasanya putus cinta dan patah hati. Bahkan aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta dan dicintai.

Kisah cintaku kini terasa datar. Bertahan karena terbiasa. Ada saat dimana aku tak merasakan apapun, tapi ada pula saat dimana aku sms dia hanya untuk bilang "i love you", it's from d'bottom of my heart. Ku tahu dia mampu mencintaiku sepanjang hidupnya. Ku tahu dia tak pernah mampu melukai hatiku. Karenanya, aku memilih dia untuk menjadi cinta terakhirku.


~setiap hari aku belajar untuk mencintaimu sedalam cintamu padaku~

Apa mau mu, bunda?

Aku mencintainya, tapi katamu aku belum pantas untuk mencinta. Lalu ku akhiri kisah ku bersamanya.
Kau pun bahagia.

Aku mencintainya. Tapi katamu aku tak boleh berhubungan dengan pria yang tak sederajat. Lalu aku berhenti menemuinya.
Kau pun bahagia.

Aku mencintainya.
katamu, menikahlahnya dengannya. Lalu dia pun melamarku. Tapi mengapa bagimu dia masih tidak pantas menjadi suamiku?



Apa mau mu, bunda?