and the story goes on..

this is about my life and what i'm thinking about..
Tampilkan postingan dengan label It's Life.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label It's Life.. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

R. I. N. D. U

Entah untuk yang ke berapa kalinya sudah rasa rindu ini menghinggapi pikiran.
Tidak, aku tidak sedang merindukan orang lain.
Aku merindukan diri ku yang dulu, yang masih sendiri, yang tanpa tanggung jawab, yang bisa bebas kemana saja kapan saja tanpa batasan.

Sungguh aku rindu.
Setiap kali diriku memandang foto diri di masa lalu, ada rasa rindu ingin memiliki masa itu lagi.

Entahlah apa yang terjadi dalam hidupku kini. Yang pasti, semua tidak semulus yang dibayangkan dahulu. Banyak yang belum tercapai, meski kami sudah lelah dan jenuh berusaha menggapai apa yang kami inginkan.

Rabu, 14 Agustus 2013

Saat Mengeluh, Ingatlah Doa-Doa Yang Pernah Terucap

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya karena ia tak bisa melihat. Ia membenci semua orang termasuk kekasih yang setia mendampinginya. Ia berkata pada kekasihnya bahwa bila ia bisa melihat dunia, ia akan menikahi kekasihnya.

Suatu hari ia mendapatkan donor mata dan ia bisa melihat dunia yang begitu luas. Sang kekasihpun bertanya, "Kini setelah kau bisa melihat semuanya, maukah kau menikah denganku?"
Sang gadis melihat kekasihnya dan terkejut karena mengetahui kekasihnya buta. Ia pun menolak untuk menikahinya. Dengan patah hati, sang pria meninggalkan wanita itu dan beberapa hari kemudian mengirimkan surat yang mencengangkan bagi sang kekasih. "Tolong jaga baik-baik sepasang mataku yang kini jadi milikmu, Sayang."

Kisah di atas adalah sebuah gambaran mengenai perubahan dalam otak manusia ketika statusnya berubah. Banyak orang lupa dengan apa yang pernah mereka katakan dan siapa yang selalu ada di sisi mereka saat mereka sedang dalam masa yang sulit.

Kita selalu melantunkan doa-doa, namun juga menerimanya dengan syarat. Seperti sang gadis yang bisa melihat lagi, saat doanya terkabul, ia menelan ludahnya sendiri dan mengecewakan dia yang selalu ada di sampingnya.
Ibarat kita yang berdoa hingga jungkir balik agar mendapatkan jodoh. Namun setelah mendapatkan jodoh, kita menyia-nyiakan kebaikannya, mengeluh dia tak seperti ini atau seperti itu. Ada pula yang berdoa tengah malam agar rejeki lancar. Begitu, terkabulkan dan menjadi mapan, lupa untuk menggunakan dengan bijak. Malah mengeluh masih banyak hal yang belum bisa didapatkan.

Berapa kali kita mengemis lewat doa namun saat diberi kita seperti lupa siapa kita sebelumnya? Berapa kali kita memohon didekatkan jodohnya namun saat diberi malah menyakiti dan menyia-nyiakannya?
Hidup ini adalah anugerah atas doa-doa yang kita panjatkan dan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan. Syukuri dan jagalah saat mereka datang. Tak ada hal yang sempurna, namun selalu ada hal yang terbaik yang dianugerahkan pada kita.

Selasa, 06 Agustus 2013

Lesson learned 3

Buat yang cewek2 yang udah berkarier ato ingin berkarier dan akan/ingin menikah segera nih,
Sebelum menikah, tanyain ke pasangannya "boleh ga gw tetap bekerja setelah nantinya memiliki anak?"

Pertanyaan yang menurut gw sangat2 penting buat ditanya duluan sebelum memutuskan untuk menikah. Karena kebanyakan lelaki ingin istrinya berhenti bekerja setelah memiliki anak. Dan sayangnya, hal ini baru kepikiran pas anaknya udah lahir, jadilah si ibu baru ini galau. Yaah.. Kalo emang si istri sepemikiran sih ga masalah, nah yang ribet itu kan klo justru istri ingin tetap bekerja, tapi malah ga ada dukungan dari suaminya. Kasian banget kan...

Nah untuk itu, gw ingatin aja biar ga jadi masalah di kemudian hari. Silahkan dipikir2 dari sekarang deh, mau jadi Full Stay At Home Mom atau Working Mom. :D

*gw juga telat tersadarkan ttg masalah ini. Syukurnya pas nonton Youtube dari Ligwina Hananto (finance planner), gw diingatkan ttg hal ini. Ini sih pengalaman pribadi beliau yg ternyata juga gw alami :D

Rabu, 24 Juli 2013

lesson learned 2

Banyak hal yang baru bisa kita mengerti setelah kita mengalaminya sendiri.

awalnya mungkin kita ga paham, alasan apa yang membuat orang memilih untuk mengambil suatu keputusan.  tapi setelah kita sendiri mengalami persoalan yang sama, barulah kita memahami, mengapa...

Selasa, 15 November 2011

"Bila luka tak dirasa, itulah bahagia" DRIVE

Kamis, 03 Februari 2011

Sempurna dalam ketidaksempurnaan

Manusia emang diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tapi sebenarnya manusia itu ga ada yang sempurna. Tuhan menciptakan ketidaksempurnaan dalam kesempurnaan manusia. Ketidaksempurnaan manusia menjadikannya sempurna.
Itulah hidup. Ga ad kehidupan yang sempurna. Tapi dalam ketidaksempurnaan itulah kita hidup.


~renungan saat mandi (-__-")~
friday 4 february 2011, 12:10pm

Rabu, 02 Februari 2011

Sandiwara

Tapi kau takkan tahu, karena nantinya kau lah yang akan memutuskan ku. Aku sedih. Tapi itu palsu. Karena setelah kau berpamitan, aku akan tersenyum. Aktingku bagus. :)

Rabu, 26 Januari 2011

Dari buku: Fight Like A Tiger Win Like A Champion

Mereka dengan attitude negatif selalu berpikir, “Saya tidak bisa”

Mereka dengan attitude positif selalu berpikir, “Saya pasti bisa”

Mereka dengan attitude negatif selalu berpikir, “Mungkin ada jalan keluar, tapi terlalu sulit”

Mereka dengan attitude positif selalu berpikir, “Hal ini mungkin sulit, tapi ada jalan keluar”

Mereka dengan attitude negatif selalu pasrah dengan keadaan, sementara mereka dengan attitude positif selalu mengambil tindakan.

Mereka dengan attitude negatif selalu melihat keterbatasan-keterbatasan, sedangkan mereka dengan attitude positif selalu melihat kemungkinan-kemungkinan.

Sikap atau attitude sangat menentukan value kita dalam mengarungi kehidupan ini. Banyak orang mengira bahwa sikap adalah hal sepele yang begitu saja mudah diabaikan. Tapi jangan salah, sikap kita menentukan nasib kita kedepan.

Selasa, 11 Januari 2011

REMEMBER: YOU ARE STRONGER THAN YOU THINK YOU ARE!

Tuesday, August 11th, 2009

kata mutiara

kata mutiara

Apapun yang Anda perjuangkan melalui pertarungan – pasti merupakan sesuatu yang penting bagi Anda. Itu sebabnya Anda dikenal dari apa yang Anda pertarungkan. (Mario Teguh)

Dalam hidup Anda sering menghadapi pertarungan. Berbagai macam pertarungan telah Anda lewati bukan? Mulai dari Anda mencari pacar, jodoh, mencari pekerjaan, mempertahankan prestasi di depan supervisor Anda … semuanya adalah pertarungan yang membutuhkan talenta Anda di dalamnya.

Sayangnya tidak semua orang bisa memilah dan memilih, mana-mana pertarungan yang mengharuskan kita untuk terjun di dalamnya atau justru kita hindari.

Hal-hal sepele (peanut) yang tidak penting, yang membuat nyali tarung Anda menggelora dan memaksa Anda untuk bertarung dengan orang lain menunjukkan dengan sesungguhnya bahwa SEPELE lah dan kecillah Anda.

Lain halnya jika yang Anda pertarungkan hal-hal yang SANGAT BAIK dan BERNILAI, maka begitulah orang lain akan menganggap Anda.

Hidup memang harus memilih, demikian juga dengan ‘pertarungan’ dalam kehidupan Anda. Oleh karenanya, janganlah membuang setiap detik dari waktu Anda untuk bertarung dengan hal-hal yang sepele. Naikkanlah KELAS Anda dengan hanya bertarung pada hal-hal yang BERNILAI dan BERGUNA paling tidak untuk diri Anda sendiri dan untuk selanjutnya bagi yang lain.

Akhirnya saya harus katakan bahwa: YOU ARE STRONGER THAN YOU THINK YOU ARE

Kamis, 02 Desember 2010

Kegagalan Abraham Lincoln Yang Menyakitkan

tulisan ini gw paste dari blog http://www.blogger.com, sengaja gw save di sini biar gw ingat pelajarannya..


Pernahkah anda gagal?, pertanyaan ini mungkin sering kita dengar.., akan tetapi bagaimana bentuk kegagalan anda?, seberapa banyak kegagalan anda?. Jika anda mengalami kegagalan yang begitu banyak dan menyakitkan cobalah kalian lihat kegagalan dari abraham lincoln dan petiklah pelajaran darinya.


Tahun 1831 kebangkrutan dalam usahanya

Tahun 1832 kalah dalam pemilihan lokal

Tahun 1833 kembali menderita kebangkrutan

Tahun 1835 istrinya meninggal dunia

Tahun 1836 menderita tekanan mental sedemikian rupa sehingga hampir saja masuk rumah sakit

Tahun 1837 kalah dalam kontes pidato

Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat

Tahun 1842 menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres Amerika Serikat

Tahun 1848 kalah lagi di kongres Amerika Serikat

Tahun1855 gagal lagi di senat Amerika Serikat

Tahun1856 kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat

Tahun 1858 kalah lagi di senat

Tahun 1860 akhirnya berhasil menjadi presiden Amerika Serikat


Tambahan

Lucunya... pada saat Abraham lincoln menjadi presiden dia berkata, "Ternyata sekarang saya baru sadar bahwa saya ditakdirkan sebagai presiden". Mengapa beliau mengatakan hal demikian?, karena melihat perjuangannya yang terus - terusan gagal saat mencalonkan diri dalam berbagai hal, Eh.. kebetulan aja pas nyalonin diri jadi presiden berhasil Hahha... , Akan tetapi pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa semangat pantang menyerahnya yang menjadikan dia hebat, bukan jabatannya.

Minggu, 21 November 2010

mungkin belum waktu ku

hidup yang berat..
udah 2 minggu saket ini ga memabaek juga..
kejamnya lagi dia muncul menjelang gw preview tugas akhir..
dengan kemampuan seadanya gw harus berjuang ekstra biar bisa lulus, so my other dream would come true soon..(AAMIIN)

mestinya hari ni gw preview ma pembimbing gw.. tapi pas tadi gw tagih waktunya, eh dia bilang anaknya saket dan dia harus pulang segera, emang seeh katanya dia akan kembali ke kampus, tapi kok gw ragu yaa...??

gw ud pasrah.
klo hari ini gagal, gw anggap ini bukan waktu yang tepat buat gw.
yup!
mungkin ini belum waktu ku..

Senin, 15 November 2010

Kemampuan Berproses

“"Seringkali kita mendasarkan konsentrasi pikiran pada cita-cita masa depan, tapi lupa berkonsentrasi di masa sekarang ini"”


Proses adalah bagian dari tumbuh kembang dalam kehidupan. Seringkali karena kita terkonsetrasi dalam menginginkan tujuan agar impian kita menjadi nyata, kita berkonsentrasi ‘menginginkan’ dan lupa berkonsentrasi untuk berproses. Kenyataannya walaupun kita mengetahui bahwa untuk berkembang harus berproses, namun kita tidak menginginkan untuk berproses. Karena tidak menginginkan untuk berproses jadinya proses itu sendiri tidak dilakukan.

Keinginan berproses tidak akan muncul jika kita tidak memiliki kesadaran. Hidup dengan kesadaran membuat kita sadar bahwa hidup itu memerlukan proses. Sudah sifat alaminya bahwa hidup itu berproses, hingga apapun yang melawan sifat alami kehidupan pastinya akan ada konflik. Hanya dengan hidup berkesadaranlah kita akan sadar bahwa hidup selalu memerlukan proses. Dengan kesadaran kemudian akan timbul keinginan kita untuk berproses dalam menjalani hidup, apakah itu berproses dalam menjalani pendidikan, karir, dalam menjalani aktifitas kita sehari-hari dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan bermasyarakat.

Berproses adalah pemikiran berbasis sekarang, terjadinya adalah sekarang. Sementara tujuan atau impian adalah pemikiran berbasis masa depan, karena masih rencana, belum terjadi. Seringkali kita mendasarkan konsentrasi pikiran pada tujuan di masa depan, cita-cita masa depan, tapi lupa berkonsentrasi di masa sekarang ini, yaitu untuk melakukan tindakan-tindakan nyata dalam berproses. Padahal dengan hanya dengan tindakan-tindakan nyata dalam berproses itulah tujuan ataupun impian masa depan bisa dicapai. Tapi kalau kita menghabiskan pikiran kita dengan selalu bertujuan dan bercita-cita tanpa disertai tindakan nyata berproses di masa sekarang ini, maka kita akan menjadi frustrasi seakan cita-cita kita tidak kunjung tercapai.
“"dalam berproses di berbagai sisi kehidupan, kita, alam semesta, dan Tuhan sebenarnya merupakan satu tim."”


Lalu kita menjadi bingung, kenapa tujuan saya tidak kunjung tercapai? Padahal, itu disebabkan karena kita tidak kunjung melakukan tindakan berproses untuk menuju cita-cita tersebut. Jadi kita sibuk memikirkan impian masa depan, tanpa sibuk melakukan tindakan berproses di masa sekarang ini. Masa depan dan masa sekarang adalah 2 hal yang luar biasa berbeda.

Namun ada hal yang juga sangat penting disini. Dalam berproses kitapun harus mengerti secara jelas, ada 2 hal yang berbeda. Proses yang dijalankan oleh kuasa Tuhan dan proses yang kita jalani atas diri sendiri. Ada proses yang sifatnya atas dasar kuasa Tuhan. Tapi ada proses yang sifatnya atas dasar kuasa kita sebagai manusia. Jika bisa membedakan 2 hal tersebut, maka kita bisa mengetahui apa yang bisa kita lakukan dalam berproses, apa yang menjadi kehendak Tuhan. Dan oleh karenanya dalam berproses, apakah itu berproses dalam menjalani jenjang pendidikan, proses dalam meniti karir, proses dalam kehidupan pribadi atau berkeluarga, proses menyelesaikan masalah,proses menjawab tantangan hidup, proses apapun itu, kita perlu memiliki kemampuan ‘mendengar’, ‘mengamati’ secara mendalam. Jadi kita mengerti apa yang menjadi ‘lahan’ kita dalam berproses, apa yang menjadi lahan Tuhan.

Ada kalanya karena tidak memiliki kemampuan ‘mendengar’ , ‘mengamati’ kehidupan, kita menyerahkan segalanya ke Tuhan tanpa melakukan tindakan nyata berproses. Itu juga tidak relevant. Karena pada dasarnya dalam berproses di berbagai sisi kehidupan, kita, alam semesta dan Tuhan sebenarnya merupakan satu team. Jadi dalam berproses di kehidupan kita, untuk tujuan apapun, harus ada kemampuan ‘mendengar’, ‘menyimak’, ‘mengamati’ kehidupan, sehingga apa yang menjadi tujuan hidup tercapai, cita-cita menjadi nyata, atau juga masalah yang akhirnya jadi bisa diselesaikan.

Semua ini kembali lagi berbasis hidup berkesadaran. Kita tidak akan bisa sepenuhnya berproses secara alami tanpa kemampuan ‘mendengar’, ‘menyimak’, ‘mengamati’ berbagai aspek kehidupan secara mendalam jika menjalani hidup tanpa kesadaran yang tinggi. Dengan kesadaran pun kita juga menyadari, bahwa ada saatnya tujuan atau cita-cita kita tidak tercapai setelah usaha maksimal kita sebagai manusia. Nah disinilah ‘lahan’ Tuhan. Dengan kesadaran kita juga jadi mengerti ada saatnya Tuhan berbicara berbeda. Yang penting, kita harus mengerti secara sadar dulu, apa yang menjadi ‘lahan’ kita dalam berproses, apa yang menjadi ‘lahan’ Tuhan dalam berproses.

Banyak sekali contoh kasus tidak berprosesnya manusia yang kemudian menimbulkan konflik atau kebingungan pada manusianya sendiri. Misalnya, kita tidak mau banjir terjadi di kota kita, Jakarta contohnya. Tapi sejak dulu masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Antara cita-cita dan tindakan keduanya bertentangan dalam hal ini. Jadinya bercita-cita kota tidak terkena banjir, tapi buang sampah sembarangan kerap dilakukan. Ini artinya tidak berproses. Tidak sadar berproses. Tidak adanya kemampuan berproses membuang sampah di tempatnya sejak dulu, tentunya memberi kontribusi yang besar terhadap permasalahan banjir. Kita kesampingkan dulu keluhan dan kemarahan kita terhadap pemerintah. Mari berhenti menyalahkan pihak lain dan berkonsentrasi terhadap apa proses yang bisa kita lakukan sekarang, agar tujuan kita tercapai. Kita semua punya ‘lahan’ masing-masing yang bisa kita lakukan untuk berproses.

Contoh sederhana lainnya bisa kita ambil dalam bagaimana kita berkomentar dalam sebuah tulisan yang di tulis dalam sebuah blog. Begitu berkonsentrasinya dengan tujuan ingin berkomentar, akhirnya lupa membaca sepenuhnya isi blog tersebut, apalagi untuk mengerti topiknya, tentunya komentar yang ditulisnya ternyata akhirnya tidak ada hubungannya dengan topik yang ditulis atau bisa saja komentar tersebut malah mempermasalahkan/menghakimi sesuatu yang sebetulnya sudah dijelaskan dalam topik pembahasan blog tersebut. Hal ini terjadi karena kita sibuk berkonsentrasi memberi komentar, tapi tidak sibuk berproses membaca blog tersebut hingga selesai, membacanya secara mendalam dan menyimaknya hingga mengerti penuh.

Membaca, mengamati, menyimak, memerlukan kehadiran kita sepenuhnya dalam berproses, yaitu dalam konteks ini, berproses untuk membaca secara lengkap dan mengerti secara mendalam dan utuh posting blog yang dimuat. Terkadang jadinya kita sudah berkomentar sebelum membaca sepenuhnya tulisan blog tersebut, sibuk menghakimi sebelum mengerti sepenuhnya apa sebetulnya yang dibahas dalam blog tersebut. Itu berkaitan dengan kemauan dan kemampuan kita dalam berproses.

Kembali lagi ini hanya sebuah contoh. Masih banyak contoh lainnya lagi dalam aktifitas kita sehari-hari, dalam kehidupan kerja, dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, dalam kehidupan menjalani jenjang pendidikan, bahkan dalam kehidupan diberbagai bidang industri hingga kehidupan bernegara, dimana kita sibuk berkonsentrasi bercita-cita tapi melupakan berkonsentrasi untuk melakukan tindakan nyata dalam melakukan proses sesungguhnya di waktu sekarang ini.

Ayo kita pikirkan lebih dalam permasalahan dalam kehidupan kita. Jauh lebih dalam lagi, apakah kita sudah berproses dalam pengertian sesungguhnya dalam mencapai cita-cita, dalam mewujudkan tujuan , dalam memecahkan permasalahan, dalam menjawab tantangan dan dalam menjalani seluruh hidup kita.

Jangan-jangan, kita sibuk bercita-cita. Bukan sibuk bertindak dengan relevan dan berproses secara nyata dalam masa sekarang ini.

Kita perlu sadar akan proses yang diperlukan untuk berproses. Sadar akan faktor dari berproses. Mengamati hal ini secara mendalam memerlukan kerendahan hati untuk tidak melakukan self denial terhadap keadaan diri, dan keadaan lingkungan tempat kita berada.

Selamat mengamati dengan jujur dan rendah hati. Selamat berproses.



Diposting Oleh Maylaffayza, Sen Nov 01, 2010 13:31 WIT

Kamis, 04 November 2010

Alkisah Emas Dari Raja

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda - benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.

Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku" .
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?",mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu", "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi. "Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya,karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi,"saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka.

Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya" .
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.




dikutip dari :
Kumpulan Sharing dan Cerpen
Judul Asli : When We Have to Choice
Penulis : Diah Rahayu A
Copyright © 00-01 by Diah Rahayu A


Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari pasangan hidup :

1. Bagi yang sedang mencari pasangan(setengah hari untuk memilih)

Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan (setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan
dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada
saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektiv siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak, "cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin) Anda malah harus berhati - hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura - puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda, yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???, ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang memiliki hati setiap manusia.

Selasa, 19 Oktober 2010

ingat kamu

G guna ingat yang ud ga ad. Tp terkadang aku mengandai andai jika kamu masih disini. Menjalani kehidupan yang sama dengan aku.
Apa yang mungkin akan terjadi. Masihkah kamu menjadi tempat curhat ku?? Masihkah kita seakrab dulu??

Minggu, 17 Oktober 2010

Warning!

Jangan terlalu cepat menilai sesuatu dari apa yang terlihat di luarnya. Pelajari dulu objeknya. Perluas wawasan dengan membaca ato menonton. Lingkungan juga bisa membantu memberikan pandangan baru dari sisi yang berbeda.


Baru setelah itu boleh menilai sesuatu.

Selasa, 12 Oktober 2010

Cemburu buta

Apa yang sebenarnya terjadi ma aq? Kenapa aq seperti iri padanya? Padahal ga ada satupun yang ia miliki ingin juga ku miliki.

Aku seperti kecanduan untuk masuk ke dalam kehidupannya. Ingin tau gerak geriknya.

Aku melihatnya seperti saingan yang harus terus aku lawan agar aku bisa menjadi lebih darinya. Dan ada kepuasan saat dia merespon apa yang aku lakukan.

Yang aku tau, kami memiliki cara pandang yang berbeda tentang hidup, cinta, keluarga, bahkan gaya berpakaian. Mungkin semuanya karena pengalaman kami berbeda.

G tau apa yang mengawali sikap ku ini. Tapi aku ingin mengakhirinya segera.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Bersyukur

Apa yang aku tau tentang rasa bersyukur?
Sungguh mungkin aku belum cukup bersyukur tentang apa yang telah aku miliki dalam hidup ini.
Aku memang percaya, bahwa di setiap apa yang diberikanNYA tersimpan hikmah yang hanya orang orang yang bersyukurlah yang mampu "melihatnya", dan aku ingin menjadi orang tersebut.

Aku ingin bersyukur memiliki dia yang kini bersamaku. Dia yang dulu tak terbayangkan untuk menjadi pendampingku. Dia yang tak memiliki ketampanan fisik yang ku idamkan.

Aku bersyukur memilikinya. Memiliki dia yang mampu mencintaiku sepenuh hati. Dia yang selalu berusaha membuatku bahagia. Dia yang mampu mengingatkanku jika aku lupa.

Mungkin memang dia yang ku butuhkan. Mungkin jika aku memiliki yang kuinginkan, maka aku akan menjadi sombong dan lupa diri.

Aku bersyukur memilikinya.

Kamis, 07 Oktober 2010

kata-kata

mulutmu harimau mu.
berulang kali sudah kudengarkan pepatah itu
sering kali aku mengingatkan diriku untuk berhati-hati dalam berujar
tapi setiap kali pula aku terjatuh ke lubang yang sama
aku terus mengulang apa yang mestinya tak kulakukan

aku memperingatkan diriku untuk tidak berkata apa-apa padanya
pada orang yang tidak dapat menyimpan kata menjadi rahasia
selalu berbicara hal yang mestinya tak pernah akuk bahas dengannya

kini aku menyesalinya, karena hanya dalam hitungan waktu saja untuk kemudian menjadi boomerang bagi diriku sendiri.

sungguh lebih baik menjadi orang yang tak punya minat pada kehidupan orang lain, karena kikta akan tidak berkeinginan untuk mengomentari tindakannya. tak perlu ada kata yang disesali.


Semoga ini pembelajaran bagi ku.
semoga dengan menulis ini aku akan mengingat pelajaran ini.

Jumat, 27 Agustus 2010

Suara 10 tahun lalu

10 tahun lalu, gw masih berseragam putih-biru.

10 tahun lalu, gw punya kebiasaan bergadang demi dengerin penyiar favorit gw siaran di radio.

10 tahun lalu, gw rela ngumpet2 make telpon rumah demi ngobrol dg pria yang tampang'a pun g pernah gw liat langsung.

10 tahun lalu, gw pertama kali ngenal gimana rasanya jatuh cinta.

Sudah 10 tahun berlalu, dan malam ini suaranya kembali gw denger di radio, dan gw kembali ke masa lalu, tanpa ada penyesalan.